Faisal Basri : Secara Teknis, Rupiah Harusnya tak Separah Sekarang

Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS seharusnya tak separah saat ini. Bahkan pada pekan lalu sempat menyentuh level Rp 13.400, level terburuk sejak krisis 1998.

Hal tersebut diungkapkan Pengamat Ekonomi Faisal Basri dalam blog pribadinya, Minggu (21/06/2015).

Menurut Faisal, penyebabnya Rupiah melemah karena pemilik Dolar AS tidak menukarkan Dolarnya ke Rupiah karena motif berjaga-jaga. Pemilik Dolar khawatir merugi kalau nanti mereka butuh Dolar harus membeli dengan kurs yang lebih tinggi lagi.

“Masyarakat maupun pebisnis tak berhasil diyakinkan oleh pemerintah dan BI. Ada semacam krisis kepercayaan dan tergerusnya trust terhadap pemerintah dan BI,” tambah Faisal.

Hal itu mengakibatkan pasokan Dolar AS di pasar valuta asing tidak meningkat. Apalagi mengingat volume transaksi di pasar valuta asing sangat tipis, sekitar IS$ 2 miliar saja dalam sehari.

Lebih lanjut Faisal mempertanyakan pernyataan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. “Sadarkah Menteri Keuangan bahwa rupiah sudah sangat lama melemah, persisnya sejak awal Agustus 2011,” ungkap Faisal.

Pasalnya, Menkeu menganggap pelemahan rupiah akibat kondisi penguatan dolar AS atau yang sering disebut dengan ‘super dollar’. Karena banyak mata uang di negara lain juga mengalami hal serupa. “Malaysia ringgit (depresiasi/melemah) 1,1%; won Korea 1,07%; dan peso Filipina juga 0,7%,” ungkap Bambang di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/6/2015).

Padahal menurut Faisal, sejak Desember 2014 cukup banyak faktor yang berpotensi mengurangi tekanan terhadap Rupiah. “Yang terpenting adalah kemerosotan harga minyak. Impor minyak menjadi biang keladi kemerosotan rupiah sejak tahun 2011. Namun selama Januar-Mei 2015 impor minyak turun tajam, sebesar 51 persen. Tidak hanya dalam nilai, dalam volume pun impor minyak turun,” lanjut Faisal.

Neraca pembayaran terus mencatatkan surplus, sehingga cadangan devisa juga masih menikmati surplus. “Karena itu seharusnya secara teknis, Rupiah tidak mengalami pelemahan berkelanjutan,” tegas Faisal.

fastnewsindonesia-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s