Menteri Perekonomian Pastikan Cabut Subsidi Listrik 450 VA dan 900 VA

trafo-pln

Beberapa waktu lalu tersiar kabar bahwa pemerintah berencana mencabut secara bertahap subsidi listrik untuk pelanggan rumah tangga dengan daya 450 VoltAmpere (VA) dan 900VA.

Setelah harga listrik untuk pelanggan golongan ini mencapai keekonomian, benarkah pemerintah tak lagi memberian subsidi? Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, pemerintah akan mengalihkan subsidi listrik dari subsidi harga kesubsidi orang.

Pemerintah akan memberikan subsidi dengan cara mengisikan deposit ke rekening pengguna listrik 450VA dan 900VA. “Semua pemilik listrik kan ada nomor rekeningnya, tinggal masukin saja (subsidi) ke rekening dia,” kata Sofyan, di Jakarta, Jumat (19/6/2015). Sofyan optimistis kebijakan subsidi listrik
dengan mekanisme yang baru ini tidak akan salah sasaran.

Sofyan mendukung perubahan bentuk pemberian subsidi listrik ini, sebab saat ini subsidi harga membuat tarif listrik untuk kedua golongan tersebut menjadi murah. Akibatnya, masyarakat menjadi boros dalam pemakaian daya setrum mulai dari peralatan elektronik, perlengkapan rumah tangga, penerangan dan sebagainya. “Selama ini kan dia yang bayar ke rekening PLN. Tapi sekarang pemerintah kasih ke rekening dia, supaya orang hemat,” tegas Sofyan. Sebelumnya, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman menuturkan, alasan dicabutnya subsidi untuk golongan ini adalah subsidi listrik tak tepat sasaran.

“Kan banyak masyarakat yang rumahnya tiga, empat, tapi listriknya 900VA,” kata Jarman ditemui di Garden Party Kementerian ESDM dengan pengusaha tambang dan migas, Jakarta, Selasa (16/6/2015). Jarman mengatakan, subsidi untuk 450VA dan 900VA kemungkinan akan dicabut secara bertahap sampai harga keekonomian. Saat ini, kata Jarman, tarif keekonomian untuk konsumen tersebut sebesar Rp 1.500 per KWh. Jarman menuturkan, bisa jadi pencabutan subsidi dilakukan tiap tiga bulan sekali sampai menuju harga keekonomian tersebut. Namun, dia bilang belum memutuskan sampai kapan subsidi akan ditarik seluruhnya. “Kan kita harus melihat daya beli masyarakat. Belum tentu 2017 langsung keekonomian,” ucap Jarman.

-kompas-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s