Bawang Merah dari Petani 6.000 Rupiah Per-Kg, Sampai Jakarta Jadi 40.000 Rupiah

Bawang merah

Untuk lebih memastikan pasokan bawang merah aman dan tidak diperlukan impor, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mengikuti panen raya bawang merah.

Di Desa Jia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Mentan Amran mendapati harga bawang merah hanya sekitar Rp 8.000 per kilogram (kg) di tingkat petani.

“Harga bawang dari sini hanya Rp 8.000 per kg. Benih akan kami beri gratis 100 hektar. Kami ada refokusing anggaran untuk bawang merah 1.000 hektar,” ujarnya, Jumat (19/6).

Lahan yang siap panen di wilayah ini seluas 105 hektar dengan produktivitas mencapai 14 ton per hektar. Sementara komoditas yang dipanen hari ini adalah bawang varietas Supercross.

Panen bawang merah yang ada di Bima menghasilkan sebanyak 40 ribu ton. Sedangkan panen di Brebes menghasilkan produksi bawang merah sebesar 50 ribu ton, sehingga total produksi dua sentra produksi tersebut mencapai sebesar 90 ribu ton.

“Artinya Brebes dan Bima sudah memenuhi kebutuhan (bawang merah) nasional bulan ini sudah cukup. Itu belum termasuk Banyuwangi, Enrekang, Janeponto, Minahasa, Probolinggo. Dua sentra ini saja sudah cukup,” ujar Mentan Amran.

Mentan Amran menjelaskan, produksi hasil panen di Bima akan langsung dibeli oleh Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) untuk segera disebarkan ke daerah-daerah yang menunjukkan harga bawang merah tinggi seperti Jakarta, Jawa Timur, Lampung, dan Sulawesi Selatan.

“Ini langsung kami beli, harganya dari petani hanya Rp 6.000 per kilogram. Kemudian kami beli ini semua dengan harga Rp 8.000 per kilogram untuk dikirim ke Jakarta, Sulawesi Selatan, Lampung dan Jawa Timur. Saya yakin dengan tambahan gelontoran bawang merah dari Bima ini harga bisa stabil,” ujar Amran.

Amran mengakui, sebelumnya Indonesia masih melakukan impor untuk 7 komoditas yaitu beras, jagung, kedelai, gula, cabai merah, bawang merah, dan gula.

“Panen di sini kualitasnya bagus. Kita tanam 2.000 hektar saja selesai ini masalah bawang merah, tidak impar-impor saja,” ujar Mentan.

Mentan Amran mengakui, rantai pasok bawang merah yang sebelumnya mencapai tujuh rantai, akan dipangkas jadi tiga atau empat dengan mensinergikan Kementan, Bulog dan Kementerian Perdagangan.

“Dari petani harganya Rp 6.000-Rp 7.000 per kilogram, seenaknya saja dijual di Jakarta Rp 30 ribu-Rp 40 ribu per kilogram. Ini yang harus kita pangkas rantai pasoknya,” tegas Mentan Amran.

-pribuminews-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s